|
Suatu hari saya memberitakan Injil kepada salah seorang saudara saya dan akhirnya ia menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamatnya. Setelah mendoakannya, iseng-iseng saya bertanya kepadanya, “apakah kamu mau masuk sorga? Jawabannya sangat mengejutkan saya, ia berkata “tidak mau!” ha? Ini adalah pertama kalinya saya mendapat jawaban tidak atas pertanyaan itu.
Dengan heran dan penasaran saya bertanya apa alasannya? Ia berkata, “kak, saya tidak mau masuk sorga… kalau mama saya tidak masuk sorga, saya tidak mau masuk sorga… kalau papa saya tidak mau masuk sorga, saya tidak mau masuk sorga… kalau adik-adik saya tidak masuk sorga…” Jawabannya membuat saya tertempelak, tertegun, dan terharu.
Ada sebuah prinsip yang menyentuh hati yang saya rasakan, yaitu tidak egois. Saya melihat ada hati yang penuh kasih dan kepedulian kepada orang-orang yang belum menerima kabar keselamatan, terutama kepada orang-orang yang dekat, orang-orang yang kita cintai. Berbicara tentang misi, bukanlah bicara tentang orang-orang yang tinggal di pelosok atau pedalaman suatu negara. Bicara tentang misi adalah bicara tentang jiwa. Di mana ada jiwa di sana ada misi. Kita bisa melakukan misi bilamana ada hati yang tidak egois, yaitu hati yang penuh kasih dan kepedulian. Mari kita melakukan misi baik kepada orang yang berada jauh dari kita, tapi juga orang yang dekat dengan kita! Clay (Puket 1 STT LETS)
|