| Bukalah Bagimu Tanah Baru |
![]() BUKALAH BAGIMU TANAH BARU Pada suatu kali, Allah memberi firman dalam bentuk nyanyian tentang kekasih melalui nabi Yesaya yang tertulis dalam pasal 5. Digambarkan Allah sebagai kekasih yang membuka kebun anggur di lereng bukit subur. Ia mencangkul dan membuang batu-batu yang terdapat di dalam tanah baru itu. Ia menanam pokok anggur pilihan dan mendirikan menara jaga di tengahnya, sekaligus menggali lobang tempat memeras anggur. Tetapi, justru yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam. Karena kecewa Tuhan berkata, “Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?”(ayat 4). Kita bertanya-tanya, apa penghalangnya sehingga buah yang dihasilkan tak baik dan asam? Dalam artikel “Breaking Up The Fallow Ground,” Charles Finney menulis penghalang tersebut, antara lain: (1). Tidak bersyukur. (2). Tidak mengasihi Allah. (3). Melalaikan Alkitab. (4). Tidak percaya. (5). Kurang berdoa. (6). Kurang bersekutu. (7). Tugas rohani yang bersifat rutinitas. (8). Tidak mengasihi jiwa-jiwa. (9). Tidak peduli kepada orang miskin dan terhilang. (10). Lalai dengan tugas-tugas keluarga. (11). Kurangnya kesaksian hidup yang kuat. (12). Tidak menjaga saudara seiman. (13). Kepahitan. (14). Munafik. (15). Menyembah berhala. Dan masih banyak penghalang yang lain. Namun, jika kita ingin membuka tanah yang baru bagi kita, maka kita harus serius memperhatikan semua penghalang di atas. Semua penghalang ini harus disingkirkan dari hati kita, agar tidak mengalami hukuman Tuhan. Sebab dikatakan bahwa, “Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak; Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya,”(ayat 5-6). Kita tidak akan pernah menang bila menantang Tuhan. Jalan satu-satunya adalah menyerah. Lebih baik kita menyediakan hati kita untuk dibajak oleh Tuhan, agar menghasilkan tanaman yang menyukakan hati Tuhan, dari pada menanggung malu, karena menghasilkan semak belukar melalui hidup kita. |
| < Prev | Next > |
|---|
Articles Archive
Bukalah Bagimu Tanah Baru | Sun, Sep 12th Malam Impartasi bersama Penatua |
| Sun, Sep 19th Malam Impartasi bersama Penatua |