Abbalove Ministries

Advertisement
Mereka sudah mengalaminya !!!

MENABUR HIDUP, MENUAI JIWA-JIWA

Pada akhir tahun 2005 yang lalu, Tuhan memberikan visi kepada saya untuk membangun komunitas anak muda di Cikarang. Kemudian, saya mencari tahu semua informasi tentang daerah Cikarang. Belakangan saya baru mengetahui bahwa ada jemaat Abbalove Ministries di Cikarang, yang belum memiliki komunitas anak muda. Karena masih kuliah, saya hanya meluangkan sedikit waktu dari Jakarta untuk datang ke sana sekali sebulan untuk mendapat gambaran tentang anak muda di sana. Setelah lulus kuliah pada 2007, saya meluangkan lebih banyak waktu, hampir setiap minggu saya menyempatkan diri untuk pergi ke sana. Meski melalui proses panjang, akhirnya pada 16 Maret 2008, kami memulai ibadah Youth di Abbalove Cikarang. Awalnya, mereka hanya menjadi jemaat yang pasif saja. Jadi, saya menaburkan hidup saya dengan cara melakukan kunjungan, pemuridan dan pembinaan. Saya menyadari, bahwa kalau ingin segala sesuatunya membuahkan hasil, harus ada hidup yang “ditanam” di tempat ini. Akhirnya, saya memutuskan untuk kost di Cikarang.
Kami memulai membuka 2 komsel untuk pembinaan dan pemuridan. Semua aktifitas itu membuat saya harus sering pulang malam bahkan pagi, namun saya belajar menabur dengan setia. Hasil yang kami capai setelah saya menabur selama 1 tahun adalah komsel kami berhasil bermultiplikasi menjadi 6 komsel. Mereka yang dulunya cuma pasif, sekarang mulai aktif dan terlibat dalam pelayanan, bahkan mereka menjadi pembina bagi orang-orang yang baru bergabung bersama kami. Apa yang mereka lakukan telah menjadi kesaksian bagi teman-teman, baik di sekolah, maupun di lingkungan tempat tinggal mereka. (Sandy, A2G).

KUASA DOA SEPAKAT SANGAT DAHSYAT
Pada tanggal 22 Maret 2009 yang lalu, saya menerima telepon dari salah seorang anggota komsel saya yang menceritakan bahwa isterinya sedang dilarikan ke Rumah Sakit karena koma. Dia berkata bahwa waktunya hanya kira-kira 5 menit bagi istrinya untuk dioperasi agar mengeluarkan bayi dalam kandungan yang sudah berusia 7 bulan. Menurut keterangan dokter, kondisi kesehatan isterinya sangat kritis karena menderita sakit lupus, ginjalnya terganggu, masalah pencernaan dan batu empedu. Pada saat itu, saya kerahkan semua anggota komsel dan beberapa teman doa untuk berdoa sepakat bagi kesembuhannya. Luar biasa, kuasa doa sepakat itu. Mukjizat terjadi, sehingga isterinya selamat dari maut walau harus kehilangan bayinya. Sekarang, ia sudah kembali ke rumah untuk beristirahat demi pemulihan kesehatannya. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa kondisi ginjal, paru-paru dan lain-lain sudah normal kembali. Ternyata kuasa doa sepakat itu sangat dahsyat. (Viena Effendy, pengusaha, Peninsula 2).

BETAPA DAHSYATNYA DOA SEPAKAT YANG SESUAI FIRMAN TUHAN.
Sebelum saya mengikuti prophetic camp pada akhir Maret 2009 yang lalu, proyek yang saya tangani sedang diserobot oleh seseorang. Orang itu berusaha sungguh-sungguh untuk mendapatkan proyek saya dan ia berhasil memperolehnya. Padahal saya sudah bekerja sama dengan partner saya yang sudah 5 tahun itu akhirnya menelpon dan membatalkan proyeknya. Lalu, saya menghubungi rekan-rekan doa saya agar kami bersepakat dalam doa sesuai firman Tuhan dari Mazmur 89:34-38, bahwa Tuhan tidak akan membatalkan perjanjian-Nya kepada saya. Saya percaya bahwa kalau proyek tersebut telah diberikan kepada saya, maka Tuhan berkuasa mengembalikannya pada saya. Setelah kami berdoa sepakat, maka mukjizat pun terjadi. Ternyata proyek yang dikerjakan stafnya tidak bisa diselesaikan, sehingga saya dihubungi untuk menolong dan menyelesaikan pekerjaan itu bagi mereka. Luar biasa Tuhan Yesus. Tak terduga, tak terselami dan tak terjangkau pikiran saya terhadap kuasa-Nya. Sungguh dahsyat perbuatan Tuhan. (Louise, pengusaha, Nam Center 1).

KUASA TUHAN DINYATAKAN KETIKA KAMI BERDOA SEPAKAT

Setelah saya selesai mengajar pada 13 April 2009, adik saya menelepon sambil menangis. Katanya, ibu saya sakit keras dan tidak mau makan. Tekanan darahnya mencapai 160, sehingga saya merasa takut dan kuatir. Namun saya ingat bahwa saat ini kita sedang mempraktekkan doa sepakat. Jadi, saya mengajak anak didik saya di kelas VI B untuk berdoa sepakat bagi kesembuhan ibu saya. Dan, luar biasa sambutan anak-anak atas ajakan saya. Kami bersepakat bahwa kami akan berdoa sepakat setiap jam 21.00 wib. Akhirnya, saya telpon ke kampung lagi pada keesokan harinya, saya mendapat kabar yang luar biasa bahwa ibu saya sudah sehat dan sudah bisa makan meski badannya masih gemetar. Ia sudah bisa menerima telpon dari saya untuk berbicara dengan saya. Itulah kuasa Tuhan yang dinyatakan lewat doa sepakat. (Yuli Hastuti - Guru SDK Tunas Bangsa Sunter).

MUKJIZAT TERJADI KARENA PUASA DAN DOA SEPAKAT
Ketika diumumkan tentang puasa dan doa sepakat, saya bersama istri berdoa dan berpuasa untuk mendoakan kebutuhan kami dan orang-orang dalam list doa kami. Saat itu, ada pengumuman dalam warta tentang Moment Of Unity (MOU), kami rindu sekali untuk ikut, tapi dananya terbatas karena kami telah memberikan dana kami kepada mereka yang ingin ikut pria sejati. Lalu, saya dan isteri bersepakat untuk berdoa sepakat agar Allah memberikan jalan keluarg bagi kami untuk ikut MOU. Tiba-tiba pemimpin saya mengirimkan sms kepada saya untuk mengajak saya ikut, tapi saya bilang bahwa saya tidak punya budgetnya. Setelah berdoa, saya menerima sms dari pemimpin saya yang menyatakan bahwa dana untuk kami telah disubsidi oleh seseorang. Puji Tuhan, berkat doa sepakat dan puasa yang kami lakukan menghasilkan mukjizat Tuhan. Kami percaya bahwa saat kami menaburkan benih kami kepada orang lain, Tuhan pun memakai orang lain untuk memberkati kami. (Emmanuel - Area Depok ).

MALAIKAT DIKIRIM UNTUK MENJAGA RUMAH SETELAH DOA SEPAKAT
Saya tinggal di kos bersama dua orang teman cewek di dalam satu kamar. Sang pemilik kos mempunyai 3 orang babysitter atau pengasuh anak. Beberapa waktu yang lalu, dua orang babysitter terlibat konflik sehingga salah satunya dikeluarkan dari rumah. Karena marah dan sakit hati, si pengasuh anak yang dikeluarkan itu menyewa dukun untuk menyihir atau menyantet pemilik kos dan keluarganya. Melihat hal ini, hati saya tergerak untuk mendoakan mereka. Lalu, saya mengajak teman kos saya untuk berdoa sepakat meminta Tuhan agar mengirimkan malaikat pengawal yang menjaga rumah kos tersebut. Ternyata Tuhan menjawab doa kami. Salah satu pengasuh itu berkata bahwa ia melihat malaikat di kamarnya, yakni sesosok orang yang bercahaya terang sedang berjaga-jaga untuk mengawasi rumah kos kami. Saya percaya bahwa Tuhan telah mengirimkan malaikat pelindungNya untuk menjagai kami dan pemilik kos dari kuasa sihir sang dukun. (Olivia Pingken Mangundap, karyawati, Umum B'Come).


TERJADI REKONSILIASI KELUARGA KARENA BERDOA SEPAKAT.
Kami memiliki beberapa pergumulan yang berat di antaranya study saya masih tertunda dan belum selesai, tagihan-tagihan yang belum dibayar serta sebuah kendaraan untuk menunjang usaha kami. Karena itulah saya dengan isteri dan anak kami mulai berdoa sepakat meminta jawaban Tuhan. Luar biasa. Tuhan menjawab apa pun yang kami doakan dan catat secara detail. Jawaban Tuhan terhadap doa kami yang lain adalah kami ingin kembali ke Kupang dan membereskan urusan keluarga yang belum diselesaikan, namun kami membutuhkan tiket pesawat PP yang mahal. Setelah kami berdoa agar mendapatkan harga yang murah, justru kami mendapat telpon dari Kupang bahwa ada tiket yang harganya didiskon sebesar 30%. Akhirnya kami jadi berangkat ke Kupang dan terjadi rekonsiliasi keluarga yang luar biasa. (Jorus Ruku, guru, Abbalove Bali).


TUHAN ADALAH PENYEMBUH
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu,” adalah kata Paulus dalam Roma 8:28. Tubuh saya masih sehat dan kerongongan saya tidak ada apa-apa ketika saya kembali dari kantor dan makan bersama suami saya dengan teman komsel di area Pasar Baru. Tapi, ketika saya tiba di rumah dan sedang beristirahat, tiba-tiba kerongkongan saya jadi sakit dan tidak bisa menelan ludah dengan baik. Semakin saya cuekin sakitnya, semakin bertambah para saja jadinya. Nafas saja mulai sesak dan tenggorokan sata tidak bisa menelan ludah atau pun minum air. Lalu, suami saya datang dan merangkul saya untuk mendoakan saya. Ia berkata, “Sayang, mari kita berdoa sepakat bagi sakitmu ini.” Saya berusaha untuk tidak meresponinya, namun suami saya telah menumpangkan tangan di bagian leher saya dengan mengutip banyak ayat firman Tuhan tentang kesembuhan. Setelah berdoa, saya tidur nyenyak, dan ketika bangun pada pagi harinya, saya sudah sembuh total. Wah, Tuhan adalah penyembuh ketika suami saya berdoa dengan mengutip banyak firman Tuhan. (Dewi Judani, karyawati, Peninsula 2).

 
< Prev   Next >
You are here  :

Event Terdekat

Sun, Sep 12th
Malam Impartasi bersama Penatua
Sun, Sep 19th
Malam Impartasi bersama Penatua

Abbanews