MANUSIA BARU (NEW MAN) - Cara hidup yang BERBEDA

Article Index
MANUSIA BARU (NEW MAN)
Cara Pandang yang BERBEDA
Cara hidup yang BERBEDA
All Pages

CARA HIDUP YANG BERBEDA
Untuk hidup sebagai manusia baru, kita bukan hanya perlu memiliki cara pandang yang berbeda, kita perlu mempraktekkan cara hidup yang berbeda pula. Kalau kita mengerti bahwa Yesus dan tubuhNya tidak dapat dipisahkan, maka sebagai anggota tubuhNya, kita juga pasti memiliki cara hidup yang berbeda. Oleh karena itu, marilah kita melihat bagaimana Paulus menjelaskan cara hidup manusia baru itu.
Efesus 4:17-32 adalah ayat-ayat tentang gaya hidup manusia baru.

“Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.”
~Efesus 4:25~

Manusia baru harus membuang segala dusta dan berkata benar. Alasannya adalah karena “kita adalah sesama anggota.” Artinya, berdusta kepada sesama anggota Kristus adalah sama dengan berdusta kepada Kristus. Mengapa? Sekali lagi, karena Kristus dan tubuhNya tidak dapat dipisahkan.

“Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis,”(Efesus 4:26-27).

Sebagai manusia baru, janganlah kita melakukan kemarahan yang berdosa. Apa alasannya? Mengapa kita jangan melakukan kemarahan? Alasannya adalah “agar kita tidak memberi kesempatan kepada Iblis.” Kata Iblis berasal dari kata “diaballo” (Bahasa Yunani), yang artinya adalah “memecah belah.” Jadi, alasan menghindari dosa tersebut adalah supaya kita tidak memberi tempat (kesempatan) kepada Iblis untuk “memecah belah” tubuh Kristus.

“Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan,”(Efesus 4:28).

Selanjutnya, manusia baru tidak boleh mencuri, tetapi harus bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik. Apakah alasannya? Apakah supaya mereka mendapat nafkah atau menjadi kaya? Bukan! Motifnya adalah supaya mereka dapat memberi kepada tubuh Kristus. Pernahkah Anda bekerja dengan motif seperti itu?

“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia,” (Efesus 4:29).

Bagaimana dengan orang-orang yang suka berkata-kata kotor? Sebagai manusia baru, mereka tidak boleh berkata-kata kotor (yang tidak membangun), tetapi harus menggunakan kata-kata yang membangun. Kita melihat bahwa alasannya adalah supaya mereka dapat membangun. Membangun apa? Kata membangun adalah “oikodomeo”, yang mempunyai arti membangun keluarga/rumah.

Dari uraian di atas, kita melihat bahwa menjadi manusia baru bukanlah bersifat individu, melainkan bersifat korporat. Itulah sebabnya, pada bulan ini kita kembali melakukan SBB (Serentak Belajar Bersama). Melalui renungan bersama selama bulan ini, kita benar-benar belajar dan mengalami kehidupan manusia baru itu.



  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing