Bless Indonesia

MAINSTREAM SCHOOL OF ARTS

18 tahun bergerak dalam dunia seni gereja, membuat Mainstream School of Arts semakin mantap dan yakin untuk terus berjalan kepada penggenapan visi yang Tuhan berikan untuk “mengembalikan seni bagi kemuliaanNya dengan membangun persatuan dan kesatuan serta meningkatkan kualitas dan kreativitas.” Ini bukan suatu visi yang mudah untuk dijalankan, karena pada mulanya semua seni diciptakan untuk memuliakan Dia. Untuk itu, Mainstream melengkapi para siswanya tidak hanya dalam masalah teknik, namun juga dalam kerohanian, serta pembentukan karakter.

Keberadaan Mainstream (bernaung di bawah Abbalove Ministries) yang tersebar di beberapa lokasi di Jakarta, yaitu Gunung Sahari, Greenville Maizonette, Gading Serpong, Kelapa Gading dan MT Haryono Square (akan segera dibuka) diharapkan dapat menjadi jawaban seluruh Tubuh Kristus yang ada, dengan jumlah kelulusan hingga kini sekitar 3.000 siswa.

 

Semua Ciptaan Allah baik adanya

Precious One (Precious = berharga, One = 1 pribadi) sebuah pelayanan bagi orang-orang yang mengalami keterbatasan fisik. Melalui P-One, banyak orang tua dan keluarga-keluarga yang memiliki anak-anak disabilitas, diberkati. Kini mereka menemukan komunitas, kesempatan untuk bekerja, juga karakter merekapun dibangun. Mereka tidak lagi merasa sendiri karena ada keberhargaan yang dibangun dalam diri mereka.

Ratnawati, seorang wanita yang Tuhan pakai dalam hidupnya untuk menjadi rekan sekerja Allah melalui P-One. Keterampilan yang Tuhan berikan dalam hidupnya dipergunakannya untuk mengembangkan visi yang telah Tuhan taruh untuk P-One.

Dimulai dari sebuah beban
Sebelumnya tidak pernah terpikir dalam hidup saya untuk membantu orang-orang disabilitas. Berawal dari tahun 2001 saya mengalami sakit dan harus beristirahat total selama 2 bulan, tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya, hal ini membawa kepada sebuah perenungan, hidup saya rasanya tidak berguna dan tidak berarti. Saya merasa punya anggota tubuh lengkap tetapi tidak bisa melakukan banyak hal. Namun ditengah-tengah kondisi tersebut, saya mendapat suatu perenungan tentang bagaimana dengan hidup mereka yang benar-benar mengalami cacat secara fisik, tentu mereka merasakan sama seperti yang saya rasakan?

Saat itu saya berkata, kalau Tuhan memberi kesempatan untuk membantu mereka, saya akan lakukan. Saya mulai menuliskan rencana-rencana yang akan saya lakukan untuk membantu mereka, salah satunya belajar bahasa isyarat (karena waktu itu saya berpikir bahwa bahasa untuk orang berkebutuhan khusus adalah bahasa isyarat) dan membaca buku-buku yang berhubungan dengan orang berkebutuhan khusus, apa yang menyebabkan mereka cacat dan lain-lain. Tuhan membukakan jalan untuk menggenapi apa yang saya tulis.

Tuhan mempertemukan saya
Saya juga berdoa untuk sebuah tim dalam pelayanan ini. Waktu itu Tuhan berbicara kalau seandainya Tuhan tidak memberi tim kepada saya, apakah saya masih tetap mau melakukannya? Saya menangis dan berkata, “Ya Tuhan, saya mau karena saya mengasihi Engkau.” Saya bilang sama Tuhan sampai 3 kali diwaktu yang berbeda dan Tuhan selalu memberikan jawaban yang sama. Yang membuat saya kagum dari Tuhan adalah saat saya berbicara dengan orang-orang yang akan terlibat dipelayanan P-One ini, ternyata Tuhan sudah lebih dulu menaruh beban dalam hati mereka, untuk melayani orang-orang disabilitas sebelum Tuhan memanggil saya.

Di awal pelayanan ini, Tuhan mempertemukan saya dengan satu anak disabilitas yang mau ikut sekolah minggu. Dari situ saya mulai kunjungi dia. Anak ini memakai kursi roda dengan tangannya yang agak kaku. Saya bingung kenapa Tuhan mempertemukan saya dengan seorang anak yang duduk dikursi roda? (karena waktu itu saya berpikir orang disabilitas yang akan saya layani adalah orang disabilitas yang cukup mandiri). Tuhan hanya bilang bahwa Dia mau saya peduli dengan anak itu juga. Akhirnya Tuhan tambahkan menjadi beberapa anak-anak disabilitas. Saya dan tim mulai membuat kelompok kecil. Tuhan terus menambahkan jumlahnya dan kami membuat kebaktian khusus anak-anak setiap bulannya.

Tuhan membawa lebih jauh
Pertama saya berpikir bahwa orang-orang disabilitas hanya butuh kasih Tuhan, kalau begitu rohaninya saja cukup. Namun berjalan dengan waktu, Tuhan bukakan lebih jauh tentang kebutuhan mereka. Saya bertemu dengan seorang tuna rungu, dia sudah melamar pekerjaan sebanyak 7x, tapi tidak pernah diterima dengan alasan karena dia tuna rungu (tidak mendengar dan sulit berbicara). Hati saya sedih mendengar itu. Bagaimana masa depan dia kalau tidak bekerja? Tuhan terus memberi beban itu pada saya, sampai pada suatu hari, saya diminta pemimpin membeli karpet untuk kebutuhan sekolah minggu agar lebih nyaman saat anak-anak beribadah. Saya pergi ke toko yang menjual kebutuhan tersebut, tanpa sengaja saya melihat contoh-contoh kain jok, dan penjualnya menawarkan itu kepada saya untuk dibawa pulang, saya sangat senang sekali. Waktu pulang saya berpikir bahwa kain ini bisa menghasilkan sesuatu. Saya coba buat kartu, jepit rambut dan lain-lain dari kain perca tersebut dan inilah cara Tuhan untuk saya memulai mengembangkan unit usaha karena bersamaan dengan itu saya bertemu dengan seorang perempuan tuna rungu yang belum bekerja, saya bimbing dia dan ternyata dia bisa mengerjakan berbagi jenis ketrampilan, dia kemudian mengajak teman-temannya yang belum bekerja untuk bisa bergabung di Precious One.

Mereka memang tidak bisa mendengar bukan berarti mereka tidak bisa bekerja dengan baik dan mereka bisa diberi tanggung jawab. Ini terbukti dari semakin banyaknya respon masyarakat yang menaruh minat kepada hasil karya Precious One. Saat ini, beberapa perusahaan juga sudah menjadi berkat dengan mendukung pelayanan Precious One ini, diantaranya: PT Kalbe Farma, PT Maxi Intermoda, IICS, dan Axioo. Mereka telah ikut membantu orang-orang tuna rungu untuk bisa merasa berharga di dalam hidup mereka dengan memesan produk Precious One untuk diberikan kepada relasi mereka.

Sudah ribuan produk telah dihasilkan dari tangan anak-anak di Precious One sebagai bukti hidup mereka bisa produktif dan bisa berarti bagi keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia asal mereka diberi kesempatan.

ALLAH meneguhkan apa yang kami lakukan

Februari 2010 Tuhan berbicara lewat nubutan Seno Widjaja, salah satu Penatua jemaat Abbalove Ministries untuk pelayanan yang saya lakukan, bahwa Precious One akan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Beberapa bulan kemudian, sebuah produk multivitamin dari salah satu perusahaan farmasi terbesar Asia, memilih Precious One sebagai salah satu contoh Yayasan yang bisa memberi Inspirasi bagi bangsa Indonesia, bagaimana kami membantu orang-orang disabilitas untuk bisa produktif.
Satu bulan berikutnya Precious One juga menjadi salah satu Yayasan INSPIRASIA (Inspirasi Anak Bangsa) yang diselenggarakan oleh sebuah perusahaan supermarket ternama di Indonesia.

Tahun ini, Tuhan bawa Precious One untuk mulai di kenal oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia lewat liputan media cetak dan elektronik yang ada, serta semakin banyak dukungan yang diberikan oleh pihak-pihak lain untuk membuat orang-orang disabilitas bisa terus berharga, sehingga sejarah Precious One menjadi kisah inspiratif untuk mendukung AKSI SEMANGAT INDONESIA (oleh Fatigon), Inspirasi bagi kaum wanita Indonesia (KARTINI AWARD 2011), bersama Mr. Games menjadi pelopor di kota Semarang untuk mengundang anak- anak disabilitas bisa merasakan kebahagiaan untuk bisa bermain.

Dari semua ini kita belajar untuk hidup dalam visi Tuhan (bukan hanya tahu visi tapi bagaimana kita hidup untuk visi itu) dan belajar untuk berani melangkah. Semua itu ternyata bisa membawa berkat bagi hidup orang lain. Berapapun talenta yang telah Tuhan berikan dalam hidup kita, jika kita bersedia Tuhan pakai, tentu akan menghasilkan berlipatkali ganda dan mendatangkan berkat atas hidup orang lain dan atas bangsa Indonesia. Mari kita ikut ambil bagian agar para disabilitas bisa menjadi kebanggaan anak bangsa.

Kunjungi web Precious One di : www.precious-one.com

 

THE APOSTOLIC PARTNERSHIP TOWARDS KINGDOM DRIVEN CHURCH

LAHIRNYA HATI MENGASIHI TUBUH KRISTUS
Pada tahun 1990, Tuhan memberikan beban dalam hati para penatua Gereja Yesus Kristus Tuhan (lebih dikenal dengan nama Abbalove Ministries) tentang pemulihan Tubuh Kristus. Berbagai hal seperti perpecahan dan persaingan banyak melukai hamba-hamba Tuhan.

Pada saat yang bersamaan, Tuhan bekerja di tengah-tengah kepemimpinan Abbalove Ministries yakni Eddy Leo, Samiton Pangellah dan Sofjan Sutedja lewat pemulihan hati Bapa. Pesan pemulihan yang sama inilah yang mereka bawa kepada para hamba Tuhan di seluruh Indonesia. Itulah sebabnya, pada tahun 1991 mulailah diadakan Seminar Penuai berbentuk retreat bagi para hamba Tuhan beserta istrinya di berbagai kota. Seminar Penuai ini diadakan secara bergiliran setiap bulan di berbagai propinsi di Indonesia. Dampaknya yang sangat besar melahirkan gelombang pemulihan Tubuh Kristus di berbagai kota di Indonesia.

KEMITRAAN TUBUH KRISTUS
Akhirnya, mulai tahun 1992, terjalinlah jejaring Tubuh Kristus di Indonesia yang disebut dengan Pelayanan Bersama Indonesia (PBI). Pada tahun 1994, PBI mendapatkan konsep kemitraan sinergis seperti belalang, sesuai kitab Yoel 2:25, “Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu.” Apabila belalang hanya terbang sendirian, maka ia tidak akan berbahaya. Tetapi, jika terbang secara bersamaan dalam jumlah yang banyak, maka akan menjadi wabah yang sangat mengerikan. Hal yang sama dapat terjadi pada gereja Tuhan. Jika gereja lokal hanya bergerak sendirian, maka ia tidak akan berdampak, tetapi jika gereja bermitra bersama-sama, maka akan menjadi kekuatan sinergis yang menghancurkan kerajaan gelap di setiap kota.

Sejak tahun 1995, PBI pun berkembang menjangkau Tubuh Kristus di luar negeri, sehingga berganti nama menjadi Integrated Global Mission Network (IGMN). Tiga kali berturut-turut diadakan Konferensi Gereja Sel (KGS 1996-1998) untuk memperlengkapi banyak gereja beralih menjadi gereja sel. Ternyata, kegerakan ini bukan hanya melanda para pemimpin gereja lokal, namun di tahun 1997 juga melahirkan kegerakan anak muda yang dinamakan Persekutuan Pemuda Remaja Gereja (PPRG).

MULTIPLIKASI KEGERAKAN TUBUH KRISTUS
Dengan semakin meluasnya kegerakan kemitraan Tubuh Kristus, sejak tahun 1999 terjadilah berbagai multiplikasi dalam berbagai bentuk pelayanan seperti Posko Lumbung (pelatihan gereja sel), Pria Sejati (di bawah naungan Christian Men’s Network), Unity Movement Ministry (kemitraan 8 gereja/institusi pelayanan di Jakarta), Sekolah Tinggi Teologi LETS, dsb.

LAHIRNYA PELAYANAN PENDAMPINGAN GEREJA
Seiring tahun demi tahun berjalan dan banyaknya seminar/training/retreat yang diadakan, ternyata ditemukan bahwa dampaknya sangat sedikit bagi pertumbuhan masing-masing gereja lokal. Kebanyakan hamba Tuhan mengalami kesulitan untuk mempraktekkan apa yang mereka pelajari di berbagai bentuk pelatihan tsb kepada situasi dan konteks pelayanan mereka. Itulah sebabnya, pada tahun 2004 Budi Setiawan berinisiatif melakukan pelayanan mentoring/pendampingan bagi gereja lokal.

Pada awalnya tim pendampingan gereja ini terdiri dari alumni dan mahasiswa STT LETS yang sudah dimentor selama bertahun-tahun. Tim ini menjadi partner bagi kepemimpinan gereja lokal untuk membenahi visi, nilai, komunitas, manajemen, maupun pelayanan, sehingga gereja yang sedang mengalami kemandekan/stagnasi, dapat mengalami terobosan menjadi gereja lokal yang sehat.

BLESS INDONESIA PARTNERSHIP
Di tahun 2006, diadakanlah Bless Indonesia Momentum, yang kemudian diikuti dengan LETS Training di tahun 2007. Namun karena kegerakan ini melibatkan banyak hamba Tuhan di luar STT LETS, maka sebutan ini berubah menjadi Bless Indonesia Partnership (BIP). Selama ini, kemitraan dibangun hanya untuk melakukan proyek bersama, tetapi kurang menyentuh sampai ke pembenahan masing-masing gereja lokal. Padahal, kebutuhan utama Tubuh Kristus adalah setiap gereja lokal bertumbuh sehat terlebih dahulu, sehingga dapat bermitra dengan maksimal. Saat itu, Tuhan pun memberikan pewahyuan tentang Kerajaan Allah kepada Abbalove Ministries dan Tubuh Kristus lainnya di berbagai belahan dunia. Dengan pewahyuan ini, sekarang tantangan gereja bukan lagi sekedar menjadi gereja yang BERTUMBUH, tetapi lebih dari itu, menjadi gereja yang BERDAMPAK.

KINGDOM DRIVEN CHURCH (KDC)
BIP kemudian berfungsi sebagai pendamping bagi kepemimpinan gereja lokal, dari memulai proses transisi untuk menjadi “Kingdom driven church” sampai menjadi fasilitator kemitraan Tubuh Kristus di setiap kota/daerah (Bless kota/daerah). Kingdom driven church adalah gereja lokal yang kepenuhan Kristus, yakni gereja sebagai Tubuh yang mengekspresikan sepenuhnya kehendak Sang Kepala, Yesus Kristus.

4 ciri Kingdom driven church (KDC):
1.Kegerakan imamat rajani
Pemimpin berfungsi sebagai equipper (melakukan pelayanan 5 jawatan) yang memperlengkapi orang percaya menjadi imamat rajani (menjadi Kingdom transformer). Wujud keberhasilannya adalah kemaksimalan dan produktivitas sumber daya manusia gereja.

2.Komunitas Kerajaan
Gereja lokal bukan lagi sibuk dengan kegiatan rutin agamawi, tetapi komunitas orang percaya di dalamnya justru menerapkan gaya hidup pemuridan dan saling membangun.

3.Pelayanan holistik
Setiap orang percaya bukan hanya sibuk menjadi anngota jemaat dalam pelayanan kegiatan gerejawi saja, namun diperlengkapi di dalam gereja lokal, untuk kemudian diutus menjadi terang dan garam di setiap bidang kehidupan masyakarat.

4.Kesatuan Tubuh Kristus
Gereja lokal saling membangun dan saling memperlengkapi agar kesatuan terjadi di Tubuh Kristus sekota, bukan lagi membangun denominasi / merek masing-masing yang saling bersaing dengan gereja lainnya.

Melalui Kingdom Discipleship Series, pada tahun 2011 BIP dengan tim fasilitator gereja berfokus mendampingi 75 gereja menjadi model KDC di 25 kota, dengan tujuan agar doa Tuhan Yesus tergenapi: “Datanglah KerajaanMu, di bumi seperti di sorga!”
oleh : Budi Setiawan

 

Kelas & KKR School of Inner Healing

Aku benci- aku benci ,tidakkkk , ini adalah salah satu teriakan  dari orang yang hadir di acara KKR Inner Healing Kalimantan Selatan. School of Believers Inner healing diikuti 86 orang, para peserta dari berbagai daerah dan Gereja lokal.

Di kelas Inner Healing ini di jelaskan bagaimana seseorang memiliki gambar diri yang benar dihadapan Tuhan, bagaimana seseorang menang atas trauma di masa lalu, serta mengenal ciri-ciri orang yang mengalami  depresi dan bagimana mengatasinya.  Para perserta juga melakukan praktek saling terbuka (jujur dengan perasaan), belajar saling percaya dan mendoakan satu dengan yang lainnya. Mereka mengalami pemulihan dan begitu antusias untuk bersaksi pemulihan dan kebenaran yang mereka terima.

Pada tanggal 1 Mei 2011, diadakan KKR kesembuhan Batin. KKR. Mereka yang datang mengalami jamahan Tuhan, mereka yang mengalami kepahitan, minder, dan terintimidasi oleh dosa Tuhan pulihkan, mereka dapat mengampuni orang-orang yang melukai mereka dan dapat lepas dari trauma-trauma masa lalu yang mengikat mereka.

 

SIDOARJO BERSATU

Pelayanan Generasi Baru atau Gen-B Sport Abbalove Jakarta bekerjasama dengan gereja–gereja di Sidoarjo mengadakan pelatihan untuk Sport ministry pada 13-17 Mei 2011. Pelatihan ini dihadiri oleh 189 pekerja gereja, yang memberikan pemahaman baru bagaimana gereja menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang lewat sarana olahraga. 
Pada 17 Mei 2011, kita-kira 4.000 orang berkumpul di Gelanggang Olah Raga (GOR)  Sidoarjo, untuk melakukan jalan sehat bersama-sama. Acara yang diinisiasi oleh gereja dan Forum Kebebasan Umat Beragama (FKUB) berthema, “Mengejar Mimpi.” Bupati Sidoaro, membuka acara jalan santai ini secara resmi, dimana barisan paling depan adalah perwakilan dari setiap agama yang berjalan mengelilingi kota Sidoarjo dan kembali ke GOR Sidoarjo.


Very Simple Image Gallery:
Could not find folder /hsphere/local/home/werlin/abbalove.org/images/stories/Sidoarjo01062011/

Setiap peserta terlibat dalam permainan yang dirancang oleh panitia agar peserta yang terbaiklah yang menjadi pemenang dan mendapat hadiah. Tujuannya adalah menyatukan tiap perbedaan yang ada, sehingga mereka menikmati permainan dengan baik. Akhirnya, acara ditutup dengan pengundian Door prize. Harapannya adalah melalui jalan sehat ini, kerukunan antar umat beragama di Sidoarjo terjalin dengan baik. Diharapkan melalui olahraga akan tercipta jembatan penghubung untuk pemberitaan Injil. (Ewn).





 
More Articles...
  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing